
Pemanasan IR vs. Udara Panas: Cara yang Lebih Baik untuk Membuat Biosensor
Saat memproduksi biosensor, proses pengeringan dan pemanasan seringkali menjadi hal yang merepotkan. Sebagian besar alat pengeringan lama masih menggunakan udara panas untuk mengeringkan bahan-bahan tersebut. Memang cara ini efektif, tetapi prosesnya sangat lambat.
Masalahnya adalah waktu yang diperlukan untuk proses pengeringan
Cobalah bayangkan bagaimana cara kerja oven konveksional. Udara dipanaskan terlebih dahulu, lalu diharapkan udara tersebut dapat mentransfer panasnya ke bahan yang akan dikeringkan. Ini merupakan proses yang membutuhkan waktu.
Lampu IR berbeda. Lampu ini menggunakan radiasi elektromagnetik untuk memanaskan bahan secara langsung. Dengan demikian, tidak perlu membuang waktu untuk memanaskan udara di ruangan tersebut; yang perlu dipanaskan hanyalah sensor itu sendiri.
Hal ini membuat proses pengeringan yang dulunya membutuhkan beberapa menit kini hanya membutuhkan beberapa detik saja. Jika Anda sedang melakukan proses pengolahan semikonduktor, ini merupakan keuntungan yang besar. Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik tanpa perlu menyewa gudang yang lebih besar.
Bukan sekadar “pasang dan gunakan”
Jangan salah paham—Anda tidak bisa begitu saja mengganti pemanas lama dengan lampu IR, lalu selesai. Lampu IR menghasilkan panas yang sangat tinggi. Jika Anda menggunakan kipas pendingin yang tidak berkualitas atau sumber daya listrik yang tidak memadai, suhu sensor akan melebihi batas yang ditentukan. Satu kesalahan kecil saja bisa merusak lapisan organik pada sensor. Ini membutuhkan keseimbangan yang tepat. Anda membutuhkan kontroler PID yang baik agar suhu tetap terkendali.
Mengapa kita beralih ke lampu IR
Sebagian besar pabrik yang beralih dari oven konveksional melakukannya karena tiga alasan sederhana:
- Tidak perlu waktu penyejukan. Cukup nyalakan lampu IR, maka suhu akan langsung mencapai tingkat yang diinginkan. Tidak perlu menunggu ruangan menjadi hangat terlebih dahulu sebelum bisa memulai proses produksi.
- Lebih mudah untuk menargetkan titik tertentu. Dengan udara panas, seluruh bahan dalam kotak akan panas. Sedangkan dengan lampu IR, Anda dapat menargetkan titik tertentu pada wafer. Ini seperti menggunakan senter daripada lampu sorot.
- Sensor yang lebih bersih. Kurangnya aliran udara berarti kurangnya debu dan kotoran yang beterbangan. Semakin sedikit partikel yang menempel pada sensor, semakin sedikit pula kemungkinan kerusakan.
Jika Anda ingin meningkatkan kapasitas produksi, masalah “keterlambatan waktu pengeringan” kemungkinan akan menjadi hambatan utama. Lampu IR mampu mengatasi masalah ini. Pastikan saja chasis perangkat Anda dirancang untuk menahan panas yang dihasilkan oleh lampu IR.